Kamis, 15 Oktober 2009

BENCANA

FANATISME SUPORTER INDONESIA



Menarik rasanya bila kita berbicara tentang kelompok suporter di Indonesia. Ada banyak Tim Sepak Bola di Indonesia yang mempunyai kelompok suporter yang sangat fanatik. Contohnya saja Arema Malang, club sepak bola asal malang ini memiliki kelompok suporter fanatik yang sangat besar, mereka mengatas namakan dirinya Aremania. Begitu pula Jakarta, di Ibu Kota ini ada suporter yang setia mendukung tim kebanggannya, Pesija Jakarta. Mereka mengatas namakan dirinya The-jak Mania, Mereka berasal dari berbagai macam suku, ras, bangsa dan propesi. Mereka bersatu untuk satu tekad mendukung Persija. Memang sama-sama kita ketahui di Indonesia banyak sekali terjadi kerusuhan-kerusuhan antar suporter yang disebabkan karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan bisa juga disebabkan oleh latar belakang sejarah kelam suporter. Contohnya saja The jak mania dan Viking (Persib Bandung), Mereka bertikai karena sejarah kedua suporter yang kurang baik. Tapi dengan adanya kelompok-kelompok suporter ini, Sepak Bola Indonesia menjadi lebih bergairah sampai-sampai di nobatkan menjadi liga terbaik di asia tenggara dan peringkat 8 di asia. Maka kita juga harus bangga dan sama-sama membangun Sepak Bola Indonesia.

Rabu, 14 Oktober 2009

PEMBERDAYAAN S.D.M DI SEKTOR USAHA KECIL

PECEL LAMONGAN

Pada kesempatan ini saya ingin menuliskan tentang hasil obrolan saya dengan salah seotang pegawai warung makan pecel lamongan di daerah lenteng agung pada saat saya sedang makan malam.
Obtolan saya awali dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, diantaranya saya bertanya asal-usul berdirinya usaha warung makan yang membawa embel-embel kedaerahan. Pegawai itu menjelaskan kepada saya mengapa bisa berdiri warung pecel lamongan. Warung ini berdiri karena kami ingin memperkenelkan salah satu ciri khas daerah kami dan jg sebagai wadah kerja atau usaha warga lamongan yang hidup merantau.
Obrolan saya berikutnya langsung pada inti, yaitu tentang pemberdayaan sumber daya manusia pada usaha kenil dimulai dari cara perekrutan pegawai. Perekrutan pegawai di tempat ini sangat sederhana yaitu dengan syarat-syarat yang tidak formal contohnya, orang yang ingin bekerja di tempat tersebut harus berasal dari daerah tersebut dari lamongan dan yang paling diutamakan orang yang masih mempunyai hubungan darah dengan pemilik warung makan tersebut. Setelah itu saya bertanya yentang keluar masuknya pegawai. Ia menjelaskan kalau di tempat ini ga ada istilah pemberhentian kerja, pegawai disini bisa kelur kapanpun. Biasanya mereka berhenti berkerja disini setelah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Untuk masalah penghasilan atau gaji pegawai ia menolak menyebutkan nominalnnya, ia hanya bilang "cukup untuk kebutuhan akmi sehari-hari, apalagi kami masih rata-rata bujangan".
Demikian obrolan singkat saya dengan salah seorang pegawai warung makan pecel lamongan. Untuk lebih kurangnya saya ucapkan terima kasih